Begini Dahsyatnya Cuitan Twitter Donald Trump yang Sering Mengguncang Pasar Saham

  • DRN
  • 09 Sep 2019, 10:37:49 WIB

Detakriaunews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump  sangat suka bermain Twitter.

Bahkan keputusan penting kenegaraan kerap diumumkan melalui Twitter pribadinya @realDonaldTrump

Alhasil, pasar begitu terpengaruh oleh cuitan beliau. Terkadang, keuntungan pasar keuangan turun tajam akibat cuitan Presiden Amerika Serikat ini.

Baru-baru ini J.P. Morgan membuat sebuah indeks untuk menelusuri dan mengelompokkan sejauh mana dampak cuitan Trump pada pasar keuangan dan suku bunga.

Dalam laporan CNBC International, lembaga ini membuat "Volfefe Indeks" alias "Komunikasi Atas Berbagai Umpan Secara Elektronik untuk Akta Keterlibatan (Cofveve)" yang kerap Trump lakukan melalui twitter dan melihat hasilnya ke pasar keuangan AS.

Pada Agustus, Trump sering menggunakan akun Twitternya untuk mengecam bank sentral AS, The Federal Reserves (The Fed) dan menekan Pemimpin The Fed Jerome Powell untuk memangkas suku bunga.

Selama 2018, setidaknya ada 4000 cuitan langsung Trump dan bukan re-tweet dari akun pribadinya selama jam perdagangan pasar. Setidaknya ada 146 cuitan yang telah menggerakkan pasar.

Cuitan Trump sangat mempengaruhi pasar, terutama ketika ia menge-tweet tentang kebijakan perdagangan dan kebijakan keuangan. Terutama ketika dalam tulisan Twitter Trump memuat kata "China", "miliar", dan "produk".

"Kami menemukan bukti kuat bahwa kicauan telah semakin meningkatnya nilai pasar AS setelah ia publikasikan," ujar laporan tersebut sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, Senin (9/9/2018).

Indeks ini juga menemukan bahwa cuitan Trump menarik banyak pengguna Twitter lain untuk me-retweeted ulang cuitannya.

"Ini masuk akal karena banyak tweet presiden fokus pada The Fed.. ini berdampak pada kinerja ekonomi jangka pendek dan juga reaksi Fed terhadap perkembangan tersebut," tulis laporan itu lagi.

Trump juga menggunakan akunnya untuk menjatuhkan China atas perang dagang yang sedang berlangsung antara kedua negara. Dia tetap bersikukuh bahwa kebijakan tarif yang dirinya ambil akan menekan China yang selama ini ia anggap menjalankan praktik perdagangan "curang".

Mayoritas tweet Trump akan mempengaruhi pasar di siang hari. Sekitar jam 14.00 siang waktu setempat.

Menurut J.P. Morgan. Pada pukul 13.00 siang, Trump biasanya akan mencuit sekitar 3 unggahan lebih banyak dibanding waktu lain.

Kicauan Trump pukul 03 .00 pagi juga lebih umum daripada kicauan 3:00 siang. Ini dapat menjadi gangguan bagi pasar suku bunga AS, karena kedalaman pasar semalam cenderung tipis.

Sejak Trump terpilih pada November 2016, dirinya rata-rata memiliki lebih dari 10 tweet per hari untuk 64 ribu pengikutnya. Sudah lebih dari 10.000 tweet diunggah sejak pelantikannya pada 2017.

Sementara itu, berdasarkan data Bank of America Merrill Lynch, pasar jatuh di saat Trump bermain terlalu banyak Twitter Selama tiga tahun menjadi Presiden, pasar telah jatuh dengan rata-rata 9 basis poin sejak karena kebiasaan Trump ini. Saat Trump mengeluarkan 35 atau lebih cuitan dalam sehari, biasanya pasar akan berakhir dengan kejatuhan. Tapi, jika dia minim bermain, di bawah 5 kali sehari, makan pasar mencatat kenaikan 5 basis poin dalam sehari.

"Pembicaraan soal dagang, kampanye politik dan Twitter telah berkontribusi terhadap volatilitas, mulai dari China ke The Fed hingga ke kebijakan pajak," tulis catatan Bank of America sebagaimana dilansir dari Business Insider.

Bahkan firma itu juga mencatat kebijakan ekonomi AS yang tidak jelas, yang erat dikaitkan langsung dengan volatilitas, telah meningkatkan selama tiga tahun belakangan ini. Saat Trump mengeluarkan 35 atau lebih cuitan dalam sehari, biasanya pasar akan berakhir dengan kejatuhan. Tapi, jika dia minim bermain, di bawah 5 kali sehari, makan pasar mencatat kenaikan 5 basis poin dalam sehari.

"Pembicaraan soal dagang, kampanye politik dan Twitter telah berkontribusi terhadap volatilitas, mulai dari China ke The Fed hingga ke kebijakan pajak," tulis catatan Bank of America sebagaimana dilansir dari Business Insider.

Bahkan firma itu juga mencatat kebijakan ekonomi AS yang tidak jelas, yang erat dikaitkan langsung dengan volatilitas, telah meningkatkan selama tiga tahun belakangan ini.(riau1.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia