Gakkumdu Inhu Sepakat Kasus Dugaan Politik Uang Caleg Naik ke Tingkat Penyidik

  • DRN
  • 15 Mei 2019, 16:00:34 WIB

Rengat, Detakriaunews.com - Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, sudah sepakat untuk menaikkan kasus dugaan tindak pidana politik uang yang dilakukan oleh Caleg Gerindra di Dapil IV Inhu ke tingkat penyidikan.

Dedi Risanto, Ketua Bawaslu Inhu saat dikonfirmasi Tribuninhu.com di ruang kerjanya mengungkapkan kesepakatan itu diperoleh pada saat rapat SG dua pada Selasa (14/5/2019) malam, yang melibatkan unsur Bawaslu Inhu, Polres Inhu, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu.

"Sentra Gakkumdu sudah sepakat dalam rapat yang digelar jam 21.00 WIB semalam bahwa kasus dugaan tindak pidana politik uang yang dilakukan Caleg Gerindra dinaikkan ke tingkat penyidikan," kata Dedi, Rabu (15/5/2019).

Dedi menerangkan, rapat SG dua tersebut sudah sesuai dengan aturan 14 hari kerja semenjak kasus tersebut dilaporkan oleh Misriono. Dedi melanjutkan kasus dugaan politik uang tersebut akan dilimpahkan ke Polres Inhu pada Rabu (15/5/2019) hari ini.

Sejumlah berkas yang akan dilimpahkan, antara lain uang tunai Rp 100 ribu, alat peraga kampanye (APK) berupa kartu nama Caleg, dan hasil klarifikasi yang telah diproses oleh Sentra Gakkumdu Inhu.

"Pelimpahan kita lakukan hari ini paling lambat jam 21.00 WIB nanti," kata Dedi.

Dedi menjelaskan, sesuai aturan masa waktu penyidikan di tingkat Kepolisian hanya 14 hari. Selanjutnya kasus tersebut dilimpahkan ke tingkat Kejaksaan. Terkait penetapan tersangka, Dedi berkata hal tersebut bukan wewenang Bawaslu Inhu.

Oleh karena itu, hingga saat ini belum ada tersangka dalam dugaan tindak pidana politik uang yang dilakukan oleh Caleg Gerindra Dapil IV Inhu tersebut.

Dedi melanjutkan, sesuai dengan aturan yang terkandung dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu), terlapor dalam kasus ini atas nama Editrias Prananda terancam hukuman pidana penjara maksimal empat tahun dan denda maksimal Rp 48 juta.

Sementara itu, Sentra Gakkumdu Inhu saat ini masih memproses dugaan penggelembungan suara Caleg PPP Dapil satu Inhu.

Dedi berkata pihaknya batas waktu penanganan di Sentra Gakkumdu hanya sampai Jumat (17/5/2019).

Namun sangat disayangkan, bahwa Caleg PPP berinisial DN dan SU yang merupakan saksi dalam kasus ini tidak pernah datang untuk memenuhi undangan Sentra Gakkumdu.

"Sudah kita undang tiga kali agar bisa hadir untuk diminta keterangannya terhadap kasus ini, namun yang bersangkutan tidak pernah datang," kata Dedi. (TribunPekanbaru.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia