LAM Riau Bingung, UAS Ditolak Ceramah di Beberapa Tempat di Pulau Jawa

  • DRN
  • 03 Sep 2018, 20:15:20 WIB

Pekanbaru, Detakriaunews.com - Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Al Azhar menyayangkan masih adanya penolakan terhadap safari ceramah Ustaz Abdul Somad di beberapa lokasi di Pulau Jawa.

Menurut Al Azhar yang menolak Ustaz Abdul Somad tersebut perlu dipertanyakan akal sehatnya.

"Saya melihat sekarang ini makin rumit memahami pemahaman pikiran masyarakat kita di Indonesia. Satu pihak ideologi kita masih Pancasila. Dimana ada orang yang jelas nyata Pancasila dan NKRI yang berjuang melalui dakwah ditolak, dimana akal sehatnya para penolak ini, "ujar Al Azhar kepada Tribunpekanbaru.com Senin (3/9/2018).

Menurut Al Azhar jika alasan isi ceramah Ustaz Abdul Somad tersebut dianggap mengancam, menurutnya tidak ada yang terancam.

Karena meskipun tidak ceramah di depan publik ceramah Ustaz Abdul Somad juga bisa diakes lewat media sosial.

"Apa yang bahaya, makanya kita bingung akal sehat mereka (penolak) dimana, "ujar Al Azhar.

Anehnya lagi lanjut Al Azhar pihak yang menolak itu tidak mengambil hikmah dari pernyataan Ustaz Abdul Somad dimana sampai mati dia mau berdakwah dan sudah jelas itu jalan hidup dipilihnya.

"Secara politik apa yang dikhawatirkan. Ustaz Abdul Somad tetap ingin di majelis ilmu, bukannya ilmu itu kita perlukan untuk generasi kita yang akan datang? "ujarnya.

Kemudian jika dilihat dari perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) apa yang dilakukan kelompok penolak Ustaz Abdul Somad tersebut mengancam Hak Asasi orang untuk mendapatkan ilmu dari Ustaz Abdul Somad.

" Kelompok penolak ini mengancam hak asasi orang. Karena Ustaz Abdul Somad punya ilmu, masyarakat meminta ilmu Ustaz Abdul Somad lalu sebagian pihak menghambat dan mengantisipasi. Makanya susah untuk dipahami, "jelas Al Azhar.

Maka alasan penolakan ini karena semata-mata alasan ilmu yang disampaikan Ustaz Abdul Somad  tidak benar, menurut Al Azhar bukan untuk kepentingan ilmu penolakan ini, tapi ada barangkali kepentingan diluar ilmu yang menyebabkan intimidasi.

"Siapa yang rugi tentu masyarakat dan bangsa ini. Oleh karena itu pemerintah, harus lebih tegas memberikan jaminan, "ujar Al Azhar.

"Saya ingat beberapa waktu lalu, ini momen untuk berbagi ilmu tentang islam lebih banyak digerakkan pemerintah. 
Sekarang lebih banyak dari masyarakat gerakannya, harusnya pemerintah juga memberikan dukungan," ujarnya.

Oleh sebab itu, atas sikap sejumlah pihak yang melakukan penolakan ini menurut Al Azhar pertama amat menyesalkan dan LAM membuka diri untuk pihak yang merasa terancam dengan majelis ilmu Ustaz Abdul Somad untuk berdiskusi.(TribunPekanbaru.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia