Polisi Cek Kebenaran Kasus Bocah di Bekasi yang Disebut Tewas Akibat Bully

  • DRN
  • 10 Sep 2019, 13:06:15 WIB

Bekasi, detakriaunews.com - Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan seorang bocah berinisial FA tewas akibat di-bully oleh teman-temannya. Polisi turun tangan mengecek informasi viral itu.

"Polisi masih ngecek semua, karena `kan cuma viral di medsos. Medsos sendiri `kan simpang siur," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Arman ketika dihubungi, Selasa (10/9/2019).

Polisi sendiri masih mencari alamat rumah bocah itu. Selain itu, polisi juga mencari informasi rekam medis korban ke sejumlah rumah sakit.

"Alamatnya ada yang ngomong di Pondok Gede, kita cari di Pondok Gede belum ketemu juga," ujar Arman.

"Anggota lagi dicari semua dari kemarin. Alamatnya, cari di rumah sakit juga belum ada info," lanjutnya.

Polisi belum bisa memastikan apakah korban tewas karena dipukuli oleh teman-temannya atau tidak. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

Sebelumnya beredar sebuah foto dan video bocah berinisial FA yang meninggal di RS Polri. Dalam narasinya, disebutkan bahwa korban mengalami bullying dari teman-teman sepermainannya, dipukul hingga ditendang.

Akibat kejadian itu, disebutkan korban mengalami luka parah di bagian rahang hingga terbuka. Korban kemudian meninggal di rumah sakit.

detikcom telah bertemu dengan pihak RT di mana korban dan keluarganya sempat mengontrak di RT 04 RW 05 Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi. Ketua RT 04 Jati Melati, Rahmatullah membenarkan soal kematian korban, namun menurutnya korban meninggal bukan karena penganiayaan melainkan karena sakit.

"Kalau luka karena memar itu nggak mungkin, karena hasil kedokteran dari rumah sakit itu (korban meninggal karena) tetanus," ujar Rahmatullah ketika ditemui di kediamannya RT 4/5 Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Senin (9/9/2019) malam.

Sementara Rahmat mengaku tak tahu soal adanya bullying ataupun penganiayaan fisik terhadap korban oleh teman-teman. Menurut Rahmat, isu yang berkembang di media sosial itu masih simpang siur.

"Saya nggak tau isu-isunya berantem atau apa ya. Itu simpang siur, nggak tahu permasalahannya apa, ternyata pas dijenguk ya (meninggal) karena tetanus," ujar Rahmat.(Detik.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia