Sempat Disebut Merenggang Nyawa Akibat Kabut Asap, Rizka: Saya Baik Saja

  • DRN
  • 14 Sep 2019, 09:33:35 WIB

Detakriaunews.com - Rizka mahasiswi S1 sekaligus bekerja di Tabrani Islamic Center Pekanbaru mengaku dalam keadaan sehat, Jumat, 14 September 2019 setelah dipulangkan dari rumah sakit Eka Hospital pada Selasa, 10 September 2019 lalu.

Wanita ini sempat menggegerkan jagad maya lantaran disebut merenggang nyawa di rumah sakit akibat terpapar parahnya kabut asap. Namun, postingan di Facebook tersebut cepat diperbaiki karena kondisinya saat itu memang sudah kembali dalam keadaan normal.

"Saya sekarang dalam keadaan sehat. Tidak terjadi apa-apa," sebutnya melalui sambungan telepon.

Dia menceritakan kejadian itu bermula saat kondisi tubuh dalam keadaan tidak sehat akibat kabut asap. Padahal, Rizka tidak memiliki riwayat penyakit seperti asma dan lainnya.

"Seminggu sebelum kejadian saya memang ada batuk karena murni asap ini. Puncaknya saat kejadian itu. Saya batuk tak berhenti sehingga kesulitan bernafas," jelasnya.

Dia langsung mendapatkan perawatan ditempatnya bekerja. Karena tidak memungkinkan Rizka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Eka Hospital untuk mendapatkan penangan terbaik.

"Di Eka saya di Nebulizer di ruang IGD. Sekitar sejaman saya ada di situ baru pulang setelah dinyatakan sehat. Saya berharap kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk menyelesaikan permasalahan kabut asap seperti ini," jelasnya.

Warganet dihebohkan dengan tulisan di media sosial Facebook tentang meninggalnya mahasiswa S1 akibat kabut asap di Pekanbaru yang dituliskan oleh akun yang bernama Susiana Binti Tabrani, Selasa, 10 September 2019.

Dia menuliskan kejadiannya terjadi di Tabrani Islamic Center lalu dibawa ke Rumah Sakit Eka Hospital. Dikutip dari laman tabranirab.com, Tabrani Islamic Center dikelola langsung oleh Yayasan Abdurrab.

"Jokowi, Syamsuar... Nama pasien ini Rizka sarjana S1. Merenggang nyawa... karena kabut asap!," keluhnya yang jelas melalui screen shot.

Namun, tak berapa lama postingan tersebut diperbaikinya menjadi,"Jokowi, Syamsuar... Nama pasien ini Rizka sarjana S1. Sesak berat sampai pingsan... karena kabut asap!," sebutnya.

Setelah di klarifikasi langsung ke Yayasan Abdurrab mereka menyebutkan tulisan di Facebook `Merenggang Nyawa` bukan diartikan meninggal dunia.

"Itu hanya salah penafsiran. Kata `Meregang Nyawa` itu maknanya belum meninggal. Ibu Susiana sudah merubah status di akun Facebook miliknya," terang salah satu staf Suci.(Riau1.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia