Usaha Kuliner di Bandara SSK II Mulai Terkena Dampak Penurunan Pada Jumlah Penumpang Pesawat

  • DRN
  • 11 Feb 2019, 14:57:27 WIB

Detakriaunews.com - Pelaku usaha kuliner di dalam Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II mulai terkena dampak menurunnya aktivitas penerbangan di bandara internasional itu. Pihak otoritas bandara mengakui adanya penurunan jumlah penumpang hingga 24 persen di awal tahun 2019.

Menurunnya jumlah penumpang juga mempengaruhi omzet pelaku usaha kuliner. Pelaku usaha kuliner mengeluh lantaran omzet penjualan makanan dan minuman merosot drastis. Satu restoran di lantai dasar bandara yakni AJC Citarasa Nusantara tampak sepi, Minggu (10/2/2019) siang.

Saat itu tidak ada pelanggan di restoran dekat Terminal Kedatangan Bandara SSK II Pekanbaru. Padahal saat itu masih jam makan siang. Tiga pelayan restoran tampak duduk santai menanti pelanggan. Mereka ditemani jejeran meja dan kursi kosong warna gelap. Kondisi ini ternyata sudah dirasakan oleh pihak restoran sejak Januari 2019. Pelanggan restoran mulai sepi sejak tahun baru 2019.

"Sejak tahun baru sudah mulai sepi," ujar karyawan restoran tersebut, Sarah, Minggu.

Wanita berkerudung menyebut bahwa biasanya omzet restoran mengalami peningkatan di awal tahun. Tapi di awal tahun ini tidak demikian.

Mereka mengaku omzet menurun seiring sepinya pelanggan yang datang untuk sekedar makan atau minum.

Padahal biasanya restoran ini bisa meraup omzet hingga Rp 5 juta setiap harinya. Tapi saat ini omzet harian restoran itu jauh menurun.

"Kalau waktu ramai bisa sampai 5 jutaan sehari, kalau sekarang sepi. Apalagi banyak penerbangan cancel kalau sudah senja," terangnya.

Kondisi serupa juga terlihat di restoran lainnya di lantai dasar bandara.

Restoran bernama Serambi juga kerap sepi pelanggan. Kondisi ini juga terjadi pada jam makan siang.

Supervisor Restoran Serambi, Bagus mengaku omzet penjualan di restoran mulai tidak tercapai sejak awal tahun ini. Ia menduga penurunan jumlah penumpang jadi penyebab turunnya omzet restoran itu.

Bagus menyebut saat situasi masih normal, restoran itu mampu meraup omzet sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta setiap harinya.

Namun saat ini omzetnya turun drastis menjadi Rp 2 juta dalam satu hari.

"Dua juta itu sudah untung dalam kondisi seperti ini. Kalau dulu, sebelum siang sudah tercapai omzet," paparnya.

Bagus mengaku cabang restoran itu di kota lain juga mengalami kondisi serupa. Sepinya pelanggan seiring dengan menurunnya jumlah penumpang pesawat.

Bahkan bagus tidak menampik pernah hanya meraup omzet Rp 500.000 lantaran bandara sepi.

"Kami mengira restoran kami saja. Tapi ternyata di restoran lain juga, berkurangnya penumpang pesawat sangat berdampak bagi kami," jelasnya.

Walau demikian, Bagus masih berharap aktivitas penerbangan bisa normal kembali.

Ia berharap kebijakan maskapai tidak lagi memberatkan penumpang.

Sebab berkurangnya penumpang jelas berdampak untuk pelaku usaha restoran di bandara.

"Kalau bisa normal lagi, biar bandara ramai lagi seperti biasanya," harapnya.

Sementara itu, perwakilan angkutan umum bandara seperti taksi belum memastikan adanya dampak penurunan jumlah penumpang pesawat.

Perwakilan taksi di bandara tidak tahu pasti jumlah penumpang yang menggunakan layanan angkutan itu setiap harinya di sana.(Tribunpekanbaru.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia