Wakil Rakyat Prihatin Atas Meninggalnya Anak Akibat Difteri di Pekanbaru

  • DRN
  • 11 Okt 2018, 19:13:20 WIB

Pekanbaru, Detakriaunews.com - Wakil rakyat di DPRD Pekanbaru sangat prihatin adanya korban anak-anak yang meninggal dunia karena kasus difteri di Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Seharusnya kasus seperti ini tidak perlu terjadi, jika para orangtua memiliki kesadaran, atas kesehatan anak-anaknya, termasuk juga pengawasan intensif dari Diskes Pekanbaru selaku leading sektornya.

Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru, Aidil Amri S Sos kepada Tribunpekanbaru.com pada Kamis (11/10/2018) meminta, agar ke depannya, tidak ada lagi korban yang meninggal dunia karena kasus yang sama.

Tentunya penanganan difteri di kota ini, dilakukan dengan preventif dan promotif.

"Libatkan Puskesmas dan pihak terkait lainnya. Tujuannya, agar penanganan difteri ini, dapat dilakukan dengan cepat dan tanggap," kata Aidil kepada Tribunpekanbaru.com.

Untuk diketahui, Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium.

Gejalanya berupa sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan.

Dalam kasus yang parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Beberapa pasien juga mengalami infeksi kulit.

Bakteri penyebab penyakit ini menghasilkan racun yang berbahaya jika menyebar ke bagian tubuh lain. Korban yang rentan terserang difteri pada tiga kelompok umur, yakni 1-3 tahun, 3-7 tahun dan 7-19 tahun.

Yang lebih penting lagi, dewan mengharapkan kepada Diskes dan Puskesmas, turun ke daerah-daerah yang rawan terjangkit difteri. Seperti halnya dari rilis Diskes kemarin, di Kecamatan Tampan serta di Rejosari Tenayan Raya, yang sudah jatuh korban.

Aksi tanggap ini harus segera dilakukan, dengan sistem jemput bola.

Seperti halnya, datang ke rumah penduduk yang punya anak–anak untuk imunisasi, sehingga melakukan imunisasi menyeluruh, dan diharapkan dengan demikian difteri dapat ditekan.

Politisi Demokrat ini menjelaskan, sesuai dengan Permenkes RI No 12 tahun 2017 pasal 44, yang menyebutkan, bahwa salah satunya ikut melakukan sosialisasi, turut serta melakukan Imunisasi dan pemantauan imunisasi

"Diskes juga kita harapkan melibatkan masyarakat, pihak swasta untuk memerangi dan menanggulangi penyakit difteri ini," pintanya.

Meski Diskes sudah punya data, bahwa sampai Oktober ini kasus difteri di Kota Pekanbaru sudah ada 5 kasus, dengan satu korban meninggal dunia, namun dewan menekankan, agar Diskes melakukan penyelidikan di lapangan, untuk mengetahui jumlah sesungguhnya sebaran difteri.

Sebab, jika hanya berpedoman dengan data yang ada saja, bisa saja ada kasus baru, karena jauh dari pemantauan.

“Makanya kita tekan kan, agar pemerintah serius menangani kasus ini, karena kasus difteri penularannya sangat mudah sekali," tuturnya.

Seperti diketahui, Plt Kadiskes Pekanbaru dr Rizaldi Zaini mengatakan, apabila ada kasus difteri hingga menyebabkan meninggal dunia, kejadian tersebut termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB).

Untuk di Kota Pekanbaru, total kasus difteri hingga Oktober ini sebanyak 5 kasus, terdiri dari 4 kasus di Kecamatan Tampan (satu korban meninggal dunia), serta 1 kasus lagi ditemukan di Kelurahan Rejosari, Tenayan Raya.

Setalah dilakukan penelusuran terhadap korban meninggal dunia, petugas dari Diskes mendapatkan informasi, bahwa anak yang meninggal dunia akibat difteri tersebut memang tidak pernah diimunisasi.

"Ini perlu menjadi perhatian kita, jika anak kita tidak mendapatkan perlindungan kekebalan khusus, maka sangat rentan terkena difetri. Kami berharap orang tua segera memberikan imunisasi kepada anaknya yang belum diberikan imunisasi, baik imunisasi MR maupun imunisasi difteri," katanya.

Zaini mengungkapkan, selain vaksin MR, anak-anak juga harus mendapatkan imuniasi difteri, pertusis dan tetanus atau biasa dikenal dengan istilah imunisasi DPT.(TribunPekanbaru.com)

 

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia