Warga Desa Lupoyo Gorontalo Usir Nyamuk DBD dengan Cara Ini

  • DRN
  • 11 Feb 2019, 18:08:23 WIB

Gorontalo, Detakriaunews.com - Siang yang lengas. Saira (53) baru saja selesai membersihkan tanaman serai (Cymbopogon citratus) yang tumbuh di pinggir jalan dekat rumahnya. Sejurus berlalu, ia mengambil beberapa potong tanaman serai untuk dibawa pulang.

"Ini mau ditanam di rumah," kata Saira.

Saira merupakan salah seorang warga dari total 629 kepala keluarga di Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo yang beberapa tahun terakhir aktif menanam serai. Di desa itu, tanaman serai memang begitu mudah dijumpai. Di halaman rumah hingga sepanjang jalan desa.

Serai sangat membantu mengusir nyamuk. Sangat berguna di tengah musim merebaknya kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Gorontalo. Penyakit yang sejak awal 2019 juga mendera sejumlah daerah di Indonesia.

"Syukur tidak ada anggota keluarga yang terkena DBD," kata Saira.

Eldon Hilala (50), rekannya, juga melakukan hal yang sama. Ia memenuhi seluruh halaman rumah dengan tanaman serai. Bibit serai didapatkan dari pemberian para tetangga yang terlebih dahulu menanam.

"Warga desa sudah sadar kalau tanaman ini memang bisa mengusir nyamuk dan untuk terapi," ungkapnya.

Sebagai desa yang berada dekat dengan Danau Limboto, Desa Lupoyo memang memiliki angka penyakit berbasis lingkungan yang cukup tinggi. Sejak tahun 2013 hingga 2015, Desa Lupoyo menjadi wilayah endemik penyakit malaria, DBD, dan Chikungunya.

Dinas Kesehatan setempat bersama pemerintah desa pun berembuk, mengatur strategi agar kesehatan warganya terlindungi dari nyamuk penyebab penyakit.

"Kita lantas berinovasi membentuk dasawisma beranggotakan perempuan sebagai juru pemantau jentik nyamuk," kata Femi Panigoro, inisiator penanaman serai di Lupoyo. (Liputan6.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia